MENYAMBUT TAHN BARU 1435 H
Orang-orang
yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda
dan diri mereka, adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah; dan Itulah
orang-orang yang mendapat kemenangan.
Tuhan mereka menggembirakan mereka
dengan memberikan rahmat dari padanya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh
didalamnya kesenangan yang kekal,
Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.(QS:Attaubah:20-22)
Hadirin sidang jum'at rahimakumullah
Dengan keimanan yang ada pada diri kita, marilah kita
senantiasa bertakwa kepada Allah SWT. dengan takwa yang sebenar-benarnya dan
setulus-tulusnya, takwa dengan menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi
segala larangan-Nya. Dengan takwa ini Insya Allah Ia akan mengampuni semua dosa
kita, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam QS. Ath-Thalaq :5
Barangsiapa
yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya
dan akan melipat gandakan pahala baginya.
Kaum muslimin sidang jumat rahimakumullah.
Bulan dan tahun hijriah adalah bulan dan tahun kita umat
Islam yang seharusnya kita umat Islam lebih mengenalnya, lebih memperhatikannya
dan lebih menyukainya ketimbang bulan dan tahun masehi, akan tetapi ironisnya
justru kita lebih kenal dan lebih senang menggunakan dan menyebutkan bulan dan
tahun masehi dari pada bulan dan tahun hijriah, sehingga kita dan anak-anak
kita banyak yang tidak hafal menyebutkan nama-nama bulan hijriyah, begitu juga
menyebutkan tahunnya , banyak di antara kita yang tidak ingat dan tidak tahu
sama sekali. Apabila keadaan seperti ini kita biarkan terus menerus,
tidak mustahil nama-nama bulan dan tahun hijriyah di republik kita ini tidak
akan dikenal lagi oleh generasi penerus kita pada masa-masa mendatang. Oleh
karena itu mari kita upayakan agar penyebutan dan penggunaan bulan dan
tahun masehi yang sudah menjadi kebiasaan kita, kita barengi dengan
penyebutan dan penggunaan bulan dan tahun hijriyah, agar kita mengetahui
dua-duanya.
Hadirin sidang jum'at yang berbahagia.
Tahun hijriyah adalah tahun pemisahan antara yang hak
dengan yang batil dan antara cahaya dengan kegelapan. Tahun ini ditetapkan oleh
Kholifah Umar bin Khottob r.a. Beliau menyatakan dan memerintahkan :
الْهِِجْرَةُ فَرّقتْ بَيْنَ الحَقِّ
وَالبَاطِلِ فَأرّخُوْا بِهَا.
Artinya : "Hijrah itu memisahkan antara yang hak dengan yang batil.
Oleh sebab itu abadikanlah dengan menjadikannya titik tolak penanggalan."
Tahun hijriyah ditetapkan oleh beliau atas
terjadinya peristiwa hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah saw. bersama
para pengikutnya dari Mekah ke Madinah. Sikap hijrah yang dilakukan oleh
kaum muslimin ini adalah satu perjuangan untuk mempertahankan dan menegakkan
kebenaran. Setiap perjuangan selalu memakai strategi dan taktik. Strategi
adalah merupakan induk, sedangkan taktik laksana anak. Setiap taktik yang
dilakukan tidak boleh terlepas dari strategi. Ada kalanya dalam satu
perjuangan, terutama tatkala timbul satu kondisi yang amat sulit, harus
menentukan pilihan sementara waktu mundur, tapi tidak melepaskan sestrategi.
Dengan mundur sebagai taktik, karena memperhitungkan lawan yang pada saat itu
mempunyai kekuatan yang dapat menguasai. Dengan sikap mundur {hijrah} berarti
sementara menerima kenyataan tentang keunggulan lawan, tapi dengan sikap itu
terjamin kelanjutan konsistensi perjuangan. Kenyataannya setelah terjadi
hijrah, hanya dalam tempo yang relatif pendek, yaitu kira-kira 10 tahun, dengan
mengambil kota Madinah sebagai basis, terbentuklah satu Daulat Islamiah, di
mana dapat dijalankan dan dipraktekkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan
pribadi, masyarakat dan negara dalam arti kata yang seluas-luasnya. Bukan
semata-mata itu, tapi dari Madinah tempat hijrah itu yang mendapat bantuan
penuh dari kaum Anshar, berkembanglah agama Islam dan segala ajarannya ke timur
dan ke barat, sehingga akhirnya meliputi seluruh jagat raya ini.
Sidang jum'at yang berbahagia.
Kaum muslimin yang dipimpin oleh Rasulullah saw.
sebelum melakukan hijrah badaniah / hijrah fisik, pada hakikatnya telah
melakukan hijrah kolbiyah, yaitu menyingkir dari tengah-tengah arus kemusyrikan
yang melanda masyarakat dan umat manusia pada saat itu. Mereka dapat bertahan
dan mempertahankan diri di tengah-tengah gelombang kemerosotan moral, tidak
hanyut dan tidak tenggelam, tidak dapat dipengaruhi oleh jiwa manusia yang
kotor, yang dilakukan dengan bermacam-macam tekanan dan intimidasi. Dengan
latihan-latihan itu mental mereka semakin matang dan memiliki bentuk yang lebih
mantap, tak ubahnya laksana besi yang dibakar di dalam api, sehingga memudahkan
untuk mencari bentuk yang sesuai, buat dijadikan alat yang memberikan faedah,
bahkan pada gilirannya dapat dipergunakan untuk memukul. Suasana dan
kondisi jiwa yang demikianlah yang menguntungkan dan merupakan faktor yang
menentukan bagi kaum muhajirin, sehingga ketika mereka sudah dihadapkan kepada
kenyataan melakukan hijrah badaniah / fisik, maka jiwa mereka sudah mantap,
tidak bimbang dan ragu-ragu dan tidak bergoncang sedikit pun juga dalam
menghadapi kesulitan demi kesulitan.
Hadirin sidang jum'at yang berbahagia.
Bagi kita kaum muslimin yang hidup di abad modern
sekarang ini, adalah sikap hijrah kolbiyah / hati nurani itulah yang perlu
dipupuk dan ditingkatkan. Artinya di tengah-tengah kemerosotan nilai-nilai yang
semakin membanjir, hendaklah kita kaum muslimin tidak terbawa hanyut. Banyak
contoh-contoh yang menunjukkan orang-orang yang dapat dipukau oleh harta,
kemewahan, kedudukan, kursi yang empuk walau berkepinding, sehingga yang
tadinya terkenal sebagai seorang pejuang, akhirnya berangsur-angsur hilang dari
masyarakat, bahkan kadang-kadang menjadi benalu dan lain-lain.
Kaum muslimin sidang jum'at yang berbahagia.
Sikap hijrah kolbiyah ini telah disinyalir oleh
Rasulullah saw. dalam sabdanya:
الْمُهَاجِرُ مَنْ هَاجَرَ مَا نَهَى
اللهُ عَنْهُ
Artinya : "Orang yang berhijrah ialah orang yang meninggalkan apa-apa
yang dilarang oleh Allah."
Oleh karena itu untuk menyambut tahun baru hijriyah ini
marilah kita lakukan hijrah kolbiyah dengan menyingkirkan segala macam penyakit
sosial, perbuatan-perbuatan dosa,maksiyat,kedhaliman dan semua perbuatan yang
dilarang agama kita, dan marilah kita ambil hikmah-hikmah atau nilai-nilai
rohaniyah yang terkandung di dalam peristiwa hijrah yang dilakukan Rasulullah
saw. dengan para sahabatnya, seperti ruhul jihad, daya juang, keberanian, tahan
menderita, teguh hati, sabar dan semangat syuhada yang terus menyala-nyala.
بارك الله لى ولكم فى القران العظيم
ونفعني واياكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم
تلاوته اانه هو السميع العليم . واستغفر الله العظيم لى ولكم ولوالدي
ولوالديكم ولسائر المسلمين والمسلمات . فاستغفروه اانه هو الغفور
الرحيم.